Perumda Tirta Pakuan Bogor mengungkapkan bahwa sebagian besar sumber air baku yang digunakan adalah bersumber dari sungai dan 30% sisanya dari sumber mata air.
Pada akun resmi @perumdatirtapakuan disebutkan bahwa air baku yang dambil 70 % bersumber dari sungai Cisadane, Ciliwung, Cikondang dan Cikereteg. ” Sisanya 30 % berasal dari sumber mata air. Jadi kami tidak sedikitpun menggunakan air tanah sebagai sumber air baku yang berpotensi dapat merusak lingkungan,” tulis @perumdatirtapakuan.
Lebih jauh dijelaskan dalam grafisnya Air Baku adalah air yang dapat dimanfaatkan oleh PDAM berasal dari sumber air permukaanseperti sungai atau mata air yang memenuhi baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum.
Air baku dari Sungai Cikereteg menyuplai air baku untuk Zona 1, air baku sungai Cisadane menyuplai air untuk Zona 3 dan 4, air baku sungai Cikondang menyuplai air baku untuk Zona 5, dan air baku dari sungai Ciliwung menyuplai air untuk Zona 7.
Sementara sumber mata air Tangkil menyuplai sebagian Zona 1, mata air Bantar Kambing menyuplai Zona 2, mata air Palasari menyuplai Zona 5, dan mata air Kota Batu menyuplai air baku ke Zona 6. (*)
Jadi yang pertama berkomentar.